Jadilah diri sendiri; Diri orang lain sudah ada yang memiliki.
— Oscar Wilde.
Inilah pos pertama di blog baru saya. Saya baru saja memulai blog baru ini, jadi ikuti terus untuk melihat konten lainnya. Berlangganan di bawah untuk mendapatkan pemberitahuan ketika saya mengeposkan pembaruan terbaru.
Film yang diangkat dari Novel Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini adalah film bergenre drama keluarga yang di sutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko, yang bercerita tentang konflik yang ada dalam keluarga. Tokoh utama di film ini ada 5, yaitu Narendra sebagai ayah (Dony Damara), Ajeng sebagai Ibu (Susan Bachtiar), Angkasa sebagai anak sulung (Rio Dewanto), Awan sebagai anak tengah (Rachel Amanda), Aurora sebagai anak bungsu (Sheila Dara Aisha).
Kisah ini berawal dari sepasasang suami istri yang memiliki 3 anak bernama Angkasa, Aurora, dan Awan. Dilihat sekilas, keluarga ini merupakan keluarga yang harmonis dan bahagia. Namun sebagai ayah, Narendra tak menyadari kalau perlakuan istimewa terhadap Awan dapat menjadi masalah yang bisa membuat konflik besar dalam keluarganya.
Setelah Awan menghadapi kegagalan yaitu dipecat dari perusahaan yang dia impikan sejak lama, dia mengalami kecelakaan lalu tangan nya patah karena keinginannya untuk tidak dijemput di kantornya tetapi ia lebih memilih untuk naik MRT. Semenjak itu ayahnya menjadi lebih protektif karena takut kehilangan dia untuk kedua kalinya. Angkasa pun sebagai sulung dan anak laki-laki satu-satunya berusaha keras untuk mandiri dan menjadi pelindung adik-adiknya.
Aurora, sebagai anak kedua, menjadi teracuhkan oleh keluarganya. Ia cenderung menghadapi masalah-masalahnya sendiri dan telah mencoba berdamai dengan keadaan nyaris sepanjang hidupnya. Sedangkan Awan, ia selalu merasa ditekan dan diatur oleh ayahnya sehingga dia tidak bisa memilih keinginannya. Angkasa pun lama-kelamaan, juga merasa tidak bebas karena tanggung jawab yang diberikan oleh ayahnya untuk menjaga adik-adiknya, sampai-sampai hubungan asmara yang sudah ia jalani selama 4 tahun harus kandas akibat ia terpaksa harus memprioritaskan menjaga adik-adiknya itu.
Semenjak kegagalan Awan tersebut, ia berkenalan dengan Kale. Mereka bertemu saat Awan ikut dengan Angkasa ke konser yang diatur olehnya. Sosok Kale yang hadir ke hiudp Awan memberikan pengalaman hidup yang bisa dibilang keluar dari zona nyamannya. Kale adalah petualangan baru Awan, yang membuat hidupnya lebih berwarna. Akan tetapi, kedatangan Kale membuat Awan berubah. Dia mulai berani memilih dan berdebat dengan ayahnya. Puncaknya, adalah ketika Aurora menggelar pameran seni tunggal pertamanya dan disitu Awan dan ayahnya bertengkar.
Pertengkaran ini mendorong pemberontakkan kakak beradik ini. Hal itu menyebabkan terungkapnya rahasia dan trauma besar dalam keluarga mereka.
Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini merupakan film yang cocok untuk keluarga karena dalam film ini mengajarkan kita tentang keakraban keluarga yang saling menjaga satu sama lain serta menghargai karya sesama anggota keluarga dan film ini bersifat proposional karena para penonton akan ikut merasakan kesedihan saat menonton.
Secara keseluruhan, film ini sangat bagus, terutama dalam soundtrack film yang sangat menarik. Setiap tokoh dan bagian film memiliki lagu tersendiri yang menggambarkan suasana dalam film tersebut. Seperti adegan Aurora yang diiringi dengan lagu Isyana Sarasvati – “Untuk Hati yang Terluka”, menyiratkan kondisinya yang selalu berada di tengah-tengah. Dan juga lagu Hindia – “Secukupnya”, adegan dimana Awan mengalami tekanan setelah berdebat dengan keluarganya.
Kekurangan pada film ini adalah alur film yang agak membingungkan. Beberapa kali alur membahas tentang kejadian masa lalu (flashback) yang tiba-tiba diselipkan di kejadian yang sedang berlangsung di film. Hal tersebut membuat penonton sedikit bingung.
Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.
Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.
Mengapa harus melakukannya?
Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.
Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.
Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:
Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
Topik apa yang ingin Anda tulis?
Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?
Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.
Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.
Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.